Sugeng Pelaku Mutilasi Seorang Wanita di Malang

Sugeng Pelaku Mutilasi Wanita di Malang Sudah Tertangkap

Pihak kepolisian sudah menangkap Sugeng yang adalah pelaku mutilasi seorang wanita di Malang. Pelaku mutilasi seorang wanita di Malang ini berhasil ditangkap pada Selasa, 13 Mei 2019. Pelaku bernama lengkap Sugeng Angga Santoso. Diketahui pelaku berdomisili di Jodipan Wetan gang III RT 04 RW 06 Kota Malang. Menurut keterangan warga, ia dikenal sebagai seorang yang memiliki penyakit gangguan jiwa. Bahkan salah satu warga sempat mengatakan jika ia juga pernah membakar rumahnya sendiri ketika tinggal di Jodipan.

Penangkapan Sugeng juga bukan tanpa sebab. Pihak kepolisian berhasil menangkapnya juga karena tulisan yang ada di telapak kaki korban. Di bagian telapak kaki kanan korban terdapat tulisan dengan nama ‘Sugeng’. Dengan bantuan anjing pelacak akhirnya pihak kepolisian berhasil menemukan Sugeng.

“Anggota melakukan penyelidikan di sekitaran Klenteng (Jalan Laksamana Martadinata) dan kebetulan lewat di Gotong Royong, ada seseorang yang sedang tidur,” ucap pihak kepolisian

Ketika melihat ada yang sedang tidur, polisi memanggil nama Sugeng dan ternyata dia menjawab. Sugeng diketahui berumur 49 tahun. Dan berdasarkan keterangan beberapa warga bahwa Sugeng pernah memotong lidah kekasihnya. Bukan hanya itu, ia juga diketahui pernah memukul kepala ayahnya dengan menggunakan palu. Dan dari keterangan warga, bukan hanya Sugeng yang memiliki penyakit gangguan jiwa, namun keluarga lainnya juga sepertinya memiliki penyakit gangguan kejiwaan.

Tato di bagian kaki korban yang bertuliskan nama SUGENG diakui oleh pelaku ialah yang menatonya. Pelaku menggunakan semacam alat untuk sol dan tintanya menggunakan tinta bolpoint. Dan dari pemeriksaan psikiater, Sugeng dan korban ternyata memiliki hubungan asmara.

“Pelaku merasa ingin memiliki korban berdasarkan hasil interogasi. Pelaku pernah punya istri tiga lalu dipisahkan. Jadi ada keinginan untuk memiliki istri lagi,” ujar pihak kepolisian berdasarkan hasil observasi.

Meski begitu, psikiater yang memeriksa Sugeng tidak akan berhenti sampai disana. Ia masih akan tetap melakukan observasi terhadap Sugeng.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *