Sidang Tuntutan Ratna Sarumpaet Tentang Kasus Hoaks

Sidang Ratna Sarumpaet Tentang Kasus Hoaks Kembali Digelar

Ratna Sarumpaet kembali jalani sidang tuntutannya mengenai kasus hoaks yang ia buat. Sidang tersebut sudah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa kemarin (28/5/2019). Kuasa hukum Ratna Sarumpaet berharap agar tuntutan jaksa sesuai dengan fakta-fakta persidangan yang ada. Dan menurutnya bahwa kebohongan yang dibuat oleh Ratna bersifat pribadi dan sebenarnya tidak bisa dikenakan pidana. Ia juga merasa sangat yakin bahwa keonaran yang selama ini ditekankan oleh pihak JPU tidak dapat terbukti dan akan menjadi pertimbangan hakim dalam menjatuhkan vonis.

“Kami dari penasehat hukum bu Ratna hanya bisa berharap agar Penuntut Umum dapat mengajukan tuntutannya berdasarkan fakta materil yang terbukti di persidangan,” katanya.

Ratna Sarumpaet didakwa dengan Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Selain itu ia juga dikenakan Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45A Ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Namun setelah sidang tersebut selesai digelar, JPU menilai bahwa keterangan saksi dan saksi ahli yang dihadirkan oleh kuasa hukum Ratna Sarumpaet berpihak dan mengaburkan fakta sebenarnya. Dalam keterangan saksi yang sudah pernah dihadirkan oleh pihak kuasa hukum, mereka mengakui jika Ratna memang melakukan kebohongan. Namun para saksi tersebut menganggap bahwa permasalahan sudah selesai ketika Ratna melakukan jumpa pers untuk mengakui kebohongan yang sudah dibuatnya.

Pihak JPU menyoroti keterangan para ahli yang didatangkan kuasa hukum Ratna. Pihak JPU menilai mereka sengaja memberikan keterangan yang seakan Ratna sedang dalam keadaan tidak sadar ketika melakukan kebohongan tersebut. JPU sangat meragukan keterangan saksi yang dihadirkan pihak Ratna Sarumpaet selama persidangan tersebut. Selain itu, salah satu kuasa hukum Ratna Sarumpaet pernah mengatakan bahwa ada faktor depresi yang menyebabkan Ratna akhirnya berbohong. Jika dalam persidangan ini pihaknya bisa membuktikan Ratna berbohong karena kondisi psikis yang sedang depresi, vonis yang dijatuhkan kepadanya akan berkurang.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *