Setya Novanto Bocorkan 6 Anggota DPR Terima Uang Korupsi e-KTP

SETYA NOVANTO BOCORKAN 6 ANGGOTA DPR TERIMA UANG KORUPSI KPK AKAN SELIDIKI JIKA TERBUKTI AKAN DIPANGGIL SEGERA

Setya Novanto Bocorkan 6 Anggota DPR Terima Uang Korupsi e-KTP. Seperti yang anda ketahui seluruh pembaca setia ditanah air. Mantan ketua umum Partai Golkar Setya Novanto. Dirinya Akan sedang bekerjasama dengan pihak KPK. Dimana untuk kembali aktif memberantas kasus korupsi e-KTP. Yang telah menyeretnya masuk kedalam juriji besi penjara. Bukan hanya sekedar informasi kuat dan data akurat saja. Setnov dikabarkan sudah memberikan enam nama penerima dana korupsi tersebut. Dimana ke enam orang ini adalah anggota DPR. Novanto sendiri mengaku secara Fakta kepada KPK. Dirinya menyerahkan sejumlah uang dollar Amerika Serikat USD. Kepada sejumlah anggota DPR secara langsung. Diantaranya Chairuman Harahap US$500 ribu, M Jafar Hafsah US$100 ribu. Ade Komarudin US$700 ribu Lalu Agun Gunandjar Sudarsa US$1 juta. Melchias Markus Mekeng dan Markus Nari masing-masing US$500 ribu .

Tanpa basa – basi KPK tidak melakukan penangkapan. Nama tersebut akan segera di kaji dan diselidiki. Jika terbukti benar dari keenam anggota DPR tersebut. Mereka akan dipanggil KPK dan dilakukan intorgasi kedepannya .

SETYA NOVANTO BOCORKAN 6 ANGGOTA DPR TERIMA UANG KORUPSI JIKA TIDAK ADA BUKTI MAKA DIRINYA AKAN GILA SENDIRI KATA MEKENG

Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto menyebutkan. Dimana kasus proyek e-KTP belumlah tuntas dan selesai begitu saja. Karena itu dirinya meminta supaya KPK mengusut. Mantan Ketua Badan Anggaran, Melchias Markus Mekeng. Karena dirinya ada didalam skandal proyek senilai Rp5,8 triliun tersebut. Politisi Golkar Melchias Markus Mekeng. Mengaku dirinya tidak terganggu dengan tudingan tersebut. Sebab tidak adanya bukti yang kuat atas tudingan tersebut. “Lama-lama dia (Novanto) akan gila sendiri. Ngapain harus terganggu Kalau orang waras enggak akan begitu”. Terangnya Mekeng di Gedung DPR, Jakarta. Mekeng justru curiga Novanto mau menerima keputusan. Untuk membayar US$7,3 juta. Mekeng mempertanyakan kenapa hal itu justru dilimpahkan pada orang lain .

“Kalau dia bilang serahkan dana tersebut kepada saya. Kapan dia serahkan kepada saya?. Dimana diserahkan dan bentuknya gimana?. Harus dia buktikan kedalam hukum. Jika tidak ada bukti itu seperti halnya dengan pepesan kosong. Nanti lama-lama dia gila sendiri nyebut-nyebut yang enggak ada ini “. Jelasnya Melchias Marcus Mekeng .

Untuk Berita – Berita dan Informasi Penting Lainnya Klik Disini .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *