Prabowo dan Sandiaga Uno Gugat Hasil Pilpres ke MK

Merasa Adanya Kecurangan, Prabowo Sandi Gugat Hasil Pilpres ke MK

Seolah merasa dicurangi hingga akhirnya kalah, Prabowo dan Sandiaga Uno akhirnya memutuskan untuk menggugat hasil pilpres ke MK. Mereka berencana mengajukan sengketa perselisihan hasil pemilu 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) di tenggat akhir pendaftaran pada hari Jumat (24/5). Sebenarnya pendaftaran sengketa pilpres sudah dibuka sejak 21 Mei dan tenggat terakhir pendaftarannya adalah 24 Mei 2019 tepat pada pukul 24.00 WIB.

Tahapan yang Harus Dilalui Prabowo dan Sandiaga Setelah Melaporkan Gugatan

Salah seorang juru bicara MK, Fajar Laksono, memberitahukan tahapan yang akan dilalui oleh Prabowo-Sandi jika mereka mendaftarkan gugatan. Setelah emndaftar, berkas sengketa tersebut akan diregistrasi pada 11 Juni 2019. Dan jika sudah diregistrasi, sidang perdana akan digelar pada 14 Juni 2019. Dalam sidang perdana tersebut, hakim MK akan memeriksa permohonan yang sudah diajukan tersebut.

“Kalau langsung di registrasi bisa bisa kita nanti enggak lebaran. Kan enggak lucu kalau lebaran harus sidang,” ujar Fajar di gedung MK, Jakarta.

Setelah hakim memeriksa permohonan tersebut maka prosesnya akan dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan dari pihak yang digugat. Dan dalam kasus ini pihak yang digugat adalah KPU. Selain pihak yang digugat, pihak yang terkait juga akan dimintai keterangan, yaitu pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Setelah itu sidang selanjutnya akan diadakan pada 17 Juni dengan pemeriksaan pembuktian.

Setelah semua tahap tersebut selesai maka hakim akan melakukan pembahasan dan gugatan akan diputus pada 28 Juni 2019. Sesuai dengan ketentuan yang sudah ada bahwa penanganan sengketa pilpres di MK dibatasi 14 hari kerja. Berbeda dengan pilpres, penanganan sengketa pileg dibatasi 30 hari kerja.

“Yang jelas independensi itu dijamin 100 persen. Kami tidak terpengaruh situasi di luar. Kita lihat saja nanti bukti apapun yang diajukan akan kami terima dan kami akan memeriksa semua bukti yang ada,” kata Fajar Laksono.

Fajar Laksono mengatakan, MK akan memutus gugatan sesuai dengan fakta dan bukti yang diajukan. Bukti apapun yang diberikan akan diterima dan diperiksa secara rinci satu per satu.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *