PERDAGANGAN JALUR REMPAH – REMPAH INDONESIA

PERDAGANGAN JALUR REMPAH – REMPAH INDONESIA

Vivatribun – Sejarah panjang Indonesia sebagai sebuah bangsa dan sebagai sebuah komunitas tidak lepas dari peran negara yang sangat penting dalam perdagangan jalur rempah-rempah yang membentang ribuan tahun.

Oleh karena itu, Media Jakarta, National Geographic Indonesia dan Lifelike Pictures telah meluncurkan sebuah proyek yang disebut “Jalur Rempah – Rempah. Yang menyoroti bab sejarah kita ini dalam serangkaian artikel dan dokumenter.

Ekspedisi Jalur Rempah oleh orang Eropa ke Asia, yang dimulai pada abad ke-15, sangat penting tidak hanya untuk sejarah Indonesia, tapi juga dunia. Mereka menandai interaksi antar negara, memicu pertukaran lintas budaya yang menghasilkan dunia ekonomi dan sosiopolitik modern saat ini.

Salah satu titik masuk untuk mempelajari peran Indonesia dalam jalur rempah-rempah adalah Kerajaan Sriwijaya di Sumatera. Yang mulai berkuasa pada pertengahan abad ke-17 dan mampu mempertahankan penguasaannya terhadap perdagangan rempah-rempah selama 500 tahun, sebelum ambruk.

Saat ini, Indonesia sedang berjuang dalam permainan perdagangan rempah-rempah. Terlepas dari kenyataan bahwa banyak daerah merupakan produsen rempah-rempah teratas, Indonesia tidak dapat menuai keuntungan penuh dari komoditas tersebut.

Negara tetangga Singapura adalah penjual rempah nomor satu di dunia, diikuti Vietnam.

Keuntungan mereka terletak pada kemampuan mereka untuk menjual produk bernilai tambah, tidak seperti Indonesia, yang hanya menjual bahan bakunya.

Menurut peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional Bambang Budi Utomo, sejarah bumbu. Termasuk masa kejayaan dan penurunan, bisa sangat membantu dalam membantu Indonesia merancang strategi pembangunan bangsa untuk masa depan yang lebih baik.

“Ketika kita mendengar pidato sejarah atau arkeologi, kita sering mendengar orang menggunakannya untuk membanggakan tentang hari-hari mulia nenek moyang kita yang telah lama hilang. Orang Indonesia sering kali bangga dengan masa lalu negara tersebut. Namun mereka tidak tahu bagaimana membawa bangsa ini ke depan, “kata Bambang kepada Media Jakarta dalam sebuah wawancara telepon baru-baru ini.

“Setiap sejarah bangsa memiliki tingkat pasang surutnya. Tugas kita sekarang adalah untuk mengidentifikasi apa yang terjadi ketika perdagangan rempah-rempah dan kerajaan kuno kita menghadapi kejatuhan. Pertanyaan ini adalah kunci untuk mengamankan masa depan kita. Masa depan kita pasti lebih baik dari hari-hari kemuliaan di masa lalu, “tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *