Penyebab Hipertensi Bisa Sangat Berbahaya Bagi Ginjal

PENYEBAB HIPERTENSI BISA SANGAT BERBAHAYA BERESIKO MENYEBABKAN GAGAL GINJAL

Penyebab Hipertensi Bisa Sangat Berbahaya Bagi Ginjal. Tahukah Anda jika hipertensi atau tekanan darah tinggi juga berisiko menyebabkan gagal ginjal? Tekanan darah yang terlalu tinggi bisa membuat pembuluh darah di ginjal rusak dan ginjal tidak bisa bekerja dengan maksimal. Bagaimana hipertensi bisa mempengaruhi ginjal, berikut pemaparan dr. Pringgodigdo Nugroho, SpPD, KGH, FINASIM dalam program Ayo Hidup Sehat di tvOne, Selasa, 8 Januari 2018.

Hipertensi berbahaya bagi ginjal, menurutnya adalah fakta. Pada hipertensi yang diserang adalah pembuluh darah, sehingga darah menjadi kenyal dan terjadi gangguan pada jantung. Karena yang diserang adalah pembuluh darah maka semua organ juga akan terpengaruh termasuk ginjal. “Jika tidak diobati, tekanan darah tinggi bisa menyebabkan gangguan fungsi ginjal,” katanya. Gangguan ginjal akibat hipertensi ini sangat berbahaya lantaran tekanan darah tinggi dapat membuat fungsi ginjal menurun. Dengan begitu fungsi ginjal untuk membuang cairan serta hasil metabolisme tubuh menjadi terganggu.

PENYEBAB HIPERTENSI BISA SANGAT BERBAHAYA JIKA TIDAK MENGONSUMSI OBAT SECARA TERATUR

Mengenai mengonsumsi obat hipertensi bisa menyebabkan gagal ginjal, kata dia, adalah mitos. Sebaliknya, jika tidak mengonsumsi obat secara teratur, maka hipertensi akan merusak ginjal karena tekanan darah yang terkontrol dengan mengonsumsi obat dapat melindungi ginjal. Dia menambahkan, gangguan ginjal dan jantung pada hipertensi bisa terjadi secara bersamaan. Sebab, hipertensi menyerang pembuluh darah, sehingga secara umum seluruh tubuh yang dilewati pembuluh darah akan mengalami gangguan termasuk jantung, otak hingga ke ginjal. Lebih lanjut, Pringgodigdo menjelaskan, pada tahap awal terjadi gangguan ginjal umumnya tidak bergejala.

Itulah sebabnya banyak pasien hipertensi yang tidak merasakan ada gangguan di ginjalnya. Pasien baru akan melakukan pengobatan ketika kerusakan ginjal sudah lanjut dan menunjukkan gejala. “Kalau sudah berat, kurang dari 15 persen dari fungsi normalnya, baru memunculkan gejala seperti sesak napas karena racun menumpuk bisa terjadi gangguan kesadaran,” ujar dia.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *