Pengacara Dhani Tanya Saksi Ahli Makna Sontoloyo

PENGACARA DHANI TANYA SAKSI TENTANG MAKNA KATA KEPADA SAKSI AHLI BAHASA

Pengacara Dhani Tanya Saksi Ahli Makna Sontoloyo. Pengacara Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian menanyakan makna kata ‘Sontoloyo’ kepada saksi ahli bahasa, Andi Yulianto, yang dihadirkan jaksa penuntut umum dalam sidang pencemaran nama baik yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa 12 Maret 2019. Pertanyaan itu diutarakan Aldwin kepada saksi, setelah diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk bertanya. Mula-mula, Aldwin menanyakan keahlian Andi Yulianto, selaku guru besar bahasa di Universitas Negeri Surabaya. Aldwin merujuk pada keahlian di bidang forensik linguistik.

Saksi menjawab bahwa dia ahli di bidang analisis wacana. Menurutnya, forensik linguistik bagian dari pada analisis wacana. Namun, Aldwin belum puas lalu secara berulang bertanya apakah saksi ahli forensik linguistik atau bukan. Saksi menjawab, “Saya di bidang analisis wacana.” Setelah itu, Aldwin, kemudian menanyakan makna dari kata ‘sontoloyo’, apakah termasuk kata bertujuan menghina atau bukan. Awalnya, saksi ogah menjawab dengan alasan itu keluar dari konteks perkara Ahmad Dhani. Setelah dicecar, saksi menyampaikan bahwa kata ‘sontoloyo’ bernada menghina. Pertanyaan Aldwin kepada saksi ahli bahasa itu seakan menyindir Jokowi. Jokowi pernah melontarkan kalimat politikus sontoloyo, saat acara pembagian 5.000 sertifikat tanah di Kebayoran Lama, Jakarta, Oktober 2018 lalu.

PENGACARA DHANI TANYA SAKSI DAN INI JAWABAN SAKSI AHLI BAHASA YANG DITANYAKAN KEPADA PENGACARA DHANI

Narasi Jokowi itu, kemudian jadi gorengan politik. Kubu capres-cawapres 01 dan 02 pun berbalas komentar. Aldwin tak menjelaskan, apakah pertanyaan yang dilontarkan ke saksi ahli itu sindiran untuk Jokowi. Usai sidang dia mengatakan, sama dengan kata ‘idiot’ yang diujarkan Ahmad Dhani dan kini jadi perkara hukum, kata ‘sontoloyo’ bernada menghina, jika merujuk pada penjelasan saksi ahli bahasa. Kata ‘sontoloyo’ juga tidak terpenuhi unsur pidananya, karena tidak ada subyek yang dituju Jokowi melontarkan kalimat itu. Nah, menurut Aldwin, itu sama dengan ujaran ‘idiot’ Dhani.

Tidak ada subyek hukumnya dan itu tidak bisa dijerat pidana, itu menurut ahli. ‘Sontoloyo’ sama, sama-sama negatif tapi tidak bisa dipidanakan,” katanya. Sidang Ahmad Dhani kali ini hanya menghadirkan satu saksi ahli dari Unesa. Jalannya sidang dipantau oleh Komisi Yudisial dan petugas dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Surabaya. Atas permintaan Ahmad Dhani, sidang Selasa pekan depan digelar siang. Alasannya, pagi harinya Dhani ingin gunakan untuk bertemu keluarga dan teman di Rutan Medaeng.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *