Pemimpin Dunia Temui PBB Bahasa Negara KORUT

PEMIMPIN DUNIA SERING DISEBUT NEGARA DUNIA KERAP MEMBERIKAN ANCAMAN KEPADA NEGARA KORUT

Pemimpin Dunia Temui PBB Bahasa Negara KORUT, Dimana kita ketahui seluruh pembaca setia kami ditanah air. Sampai saat ini Negara Korea UTara. Dikatakan mereka masih saja melakukan uji coba nuklir balasitik mereka. Kemarin barusan lagi presiden korut memerintahkan kepada militerinya. Untuk segera melakukan penembakan ke wilayah udara negara jepang. Hal ini tentunya secara tidak langsung sudah ingin melakukan gerakan menantang negara dunia .

Tidak diketahui dengan jelas apa sebenarnya tujuan utama negara Pyongyang ini. Yang dimana selalu membahayakan keselamatan disatu negara saat ini. Ancaman demi ancaman dalam minggu ini bisa dibilang sudah melampaui batas uji coba nuklir di satu negara. Negara AS merupakan negera adidaya juga telah memberikan peringatan keras. Jika hal seperti ini terulang kembali maka kedepannya akan ada peperangan besar-besaran .

Negara China dan Rusia juga sudah ikut ambil ahli didalam masalah ini. Dimana sebelumnya mereka memperingatkan AS jangan bertindak gegabah. Tetapi kali ini kedua negara sudah sependapat dan bergabung bersama Amerika serikat .

PEMIMPIN DUNIA MELAKUKAN PERTEMUAN BESAR KEPADA PBB DAN NEGARA – NEGARA DIDUNIA

Ancaman nuklir Korea Utara ( Korut ) tampak besar minggu ini seiring pertemuan. Tahunan para pemimpin dunia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Para diplomat ingin mendengar Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Berpidato dihadapan 193 anggota PBB untuk pertama kalinya .

Dikatakan diplomat korea utara akan memiliki kursi dibarisan depan. Yang berada di sebelah majelis umum PBB pada saat donald trump sedang berpidato. Dimana menyangkut krisisi yang saat ini semakin meningkat untuk melakukan ancaman kepada suatu negara. Trump juga mengatakan negara Pyongyang memperdangangkan ancaman tindakan militeri kepada negara tetangga.

Seminggu yang lalu 15 anggota Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi keputusan. Sanksi kesembilan sejak 2006 atas program rudal nuklir dan balistik Korut. Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Nikki Haley mengatakan. Bahwa sanksi PBB telah melarang 90 persen ekspor negara yang dilaporkan secara publik .

Untuk berita Lainnya Klik Disini .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *