Pemilu yang Dilaksanakan di Luar Negeri

Pemilu di Luar Negeri Tidak Berjalan Lancar Seperti yang Diharapkan

Pemilu tahun 2019 ini dilaksanakan pada tanggal 17 April di negeri tercinta kita Indonesia. Namun meskipun begitu, pemungutan suara juga akan dilakukan di luar negeri mengingat banyaknya warga Indonesia yang menetap di luar negeri. Pemungutan suara di luar negeri tahun 2019 ini dilakukan lebih awal. Pemungutan suara di luar negeri sudah dimulai sejak 8 April hingga 14 April ini. Namun seperti yang sudah banyak beredar di sosial media bahwa ternyata pemilu yang dilaksanakan di luar negeri tidak berjalan mulus.

Salah satunya WNI yang berada di Sydney. Ratusan WNI tidak bisa menggunakan hak suara mereka di pemilu 2019 ini. Alasannya adalah karena tempat pemungutan suara yang tutup. Setelah dikonfirmasi ternyata anggota Sekretariat PPLN Sydney, Hermanus juga membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa WNI yang tidak bisa menggunakan hak suaranya adalah pemilih khusus yang tidak masuk DPT.

“Sesuai aturan, pemungutan suara berlangsung pukul 08.00 hingga 18.00. Sementara pemilih yang masuk dalam DPT khusus memilih mulai pukul 17.00 . Penutupan ini dengan mempertimbangkan penggunaan gedung dan sesuai dengan aturan yang ditentukan KPU,” kata Hermanus, Minggu (14/4/2019).

Karena banyaknya WNI yang tidak bisa melaksanakan pemungutan suara di Sydney akhirnya mereka secara bersamaan menumpahkan rasa kekecewaannya di sosial media, salah satunya di Facebook. Diperkirakan ada sebanyak lebih dari 400 WNI yang tidak bisa melakukan pencoblosan karena waktu yang tidak memungkinkan. Ratusan orang secara tidak langsung ‘dipaksa’ untuk golput. Hingga saat ini sudah lebih dari 3.000 WNI sudah menandatangani petisi untuk mendesak dilakukannya pemilu ulang di Sydney.

Pemilu di Inggris Berlangsung Tertib

Beralih ke Inggris, Duta Besar RI untuk Inggris dan Irlandia mengatakan bahwa pemungutan suara di Inggris berlangsung dengan tertib.

“Saya bersyukur pelaksanaan pemungutan suara pada Pemilu 2019 di Inggris berlangsung dengan tertib. Saya juga senang melihat antusiasme warga Indonesia yang berada di Inggris dalam menjalankan hak konstitusinya,” ujar Duta Besar RI, Rizal Sukma di London.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *