Pembunuhan Wartawan Jamal Khashoggi, Rekaman Jadi Bukti Kuat

PEMBUNUHAN WARTAWAN JAMAL KHASHOGGI KERAJAAN SAUDI PECAT KETUA BADAN INTELEJENSI DAN TANGKAP 18 ORANG

Pembunuhan Wartawan Jamal Khashoggi, Rekaman Jadi Bukti Kuat. Seperti yang anda ketahui seluruh pembaca setiad ditanah air. Baru – baru saja kemarin terjadi kasus pembunuhan Sadis. Tepatnya di Gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Terhadap seorang wartawan ternama Asal Arab Saudi Jamal Khashoggi. Kasus pembunuhan yang berakhir mutilasi ini sangatlah ganjal. Sehingga sangat banyak membutuhkan banyak waktu untuk mengkajinya. Bukan hanya itu saja keluarga kerjaan besar Raja Salman juga di pertanyakan. Namun alhasil Kerjaan Saudi dikatakan telah memperbaiki. Organisasi badan intelejensi yang dipimpin langsung. Oleh sang putra mahkota Muhammad Bin Salman. Ketua bandan intelejensi dipecat serta adanya 18 orang ditangkap. Diduga kuat terlibat kedalam kasus pembunuhan khasoggi .

Bukan hanya itu saja Rekaman audio pembunuhan brutal. Terhadap jurnalis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi. Disebutkan sudah diserahkan oleh Turki kepada Saudi. Tidak hanya kepada Saudi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Juga menyatakan bahwa rekaman detik-detik pembunuhan itu juga. Sudah mereka berikan kepada Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa .

PEMBUNUHAN WARTAWAN JAMAL KHASHOGGI ADANYA BUKTI REKAMAN NAMUN NEGARA AS DAN PRANCIS BELUM MEMBERI RESPONS ?

Sikap yang paling eksplisit ditunjukkan Erdogan. Untuk menyoalkan keberadaan rekaman pembunuhan Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Diketahui bahwa adanya rekaman ini akan menjadi tekanan bagi pemerintahan. Donald Trump sebab Arab Saudi merupakan sekutu utama AS di Timur Tengah. Sementara Khashoggi merupakan warga Saudi namun juga residen resmi di AS. Sementara sumber di otoritas Jerman menyatakan. Bahwasannya kepala intelijen mereka sudah mendengarkan video itu. Bahkan ikut berangkat ke Ankara. Menurutnya rekaman suara pembunuhan itu. Memang sangat meyakinkan sekali .

Dalam hal ini Negara Amerika Serikat dan Prancis. Dikatakan sampai sekarang belum memberi respons mengenai hal ini. Sementara Inggris tidak membenarkan menerima salinan rekaman itu. Namun AS menyatakan bahwa Direktur CIA Gina Haspel saat bertolak ke Turki. Tepatnya pada bulan lalu sudah mendengarkan bukti pembunuhan yang dimiliki Turki itu .

Baca juga Berita dan Informasi Terkini Lainnya Klik Disini .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *