Ungkap Pembunuhan Istri Pejabat oleh Dosen UNM

Seorang Dosen UNM Jadi Tersangka Pembunuhan

Seorang wanita ditemukan tewas akibat aksi pembunuhan pada hari Jumat (22/3/2019). Korban diketahui bernama Siti Sulaeha ini ditemukan dalam keadaan tewas tercekik di kursi bagian depan sebelah kirim di dalam mobilnya di depan gudang BTN Sarindah di Dusun Japing. Ia ditemukan oleh seorang warga bernama Rusdi (31). Saat itu, Rusid sedang ingin membuka gudang, kemudian ia melihat sebuah mobil berwarna biru dengan nomor polisi DD 1572 AM dalam keadaan kaca pintu kiri pecah. Dari informasi yang didapatkan, kemungkinan Sulaeha meninggal dunia pada pukul 20:00 WITA pada hari Kamis (21/3/2019).

Pelaku pembunuhan ini ternyata juga adalah rekan korban dan juga tetangga. WJ adalah seorang dosen di Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Makassar. Awalnya pihak kepolisian tidak mengira bahwa ini adalah kasus pembunuhan, tapi setelah diusur kembali, polisi yakin bahwa ini bukanlah kasus perampokan. WJ ditangkap di halaman Rumah Sakit Bhayangkara.

Ketika melakukan penangkapan, sang tersangka juga tidak mengelak sama sekali ketika pihak kepolisian menunjukkan bukti-bukti yang ada. Dari investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian, WJ mengatakan bahwa bukan hanya dicekik, ia juga sempat meninju korban. Atas perbuatan yang ia lakukan, WJ dijerat Pasal 338 KUHP Subsider Pasal 351 (3) KUHP tentang pembunuhan berencana.

Hasil visum yang telah dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar menunjukkan bahwa korban meninggal karena tulang lehernya yang patah. Dokter juga mengatakan bahwa ada luka bekas pukulan benda tumpul di kepala bagian belakang. Dan juga ada memar bekas pukulan benda keras di pipi dan bagian paha.

Setelah penyidikan dilakukan, terungkaplah bahwa motif pembunuhan ini ternyata hanya karena perasaan tersinggung dan emosi sesaat.

“Sepanjang penyidikan yang dilakukan, motif pembunuhan ini adalah karena emosi yang dilatarbelakangi perasaan tersinggung karena korban sempat mendorongkan tangannya ke wajah pelaku dan perkataan korban kepada pelaku di dalam perjalanan.” kata Shinto, Kapolres Gowa AKBP pada hari Selasa (26/3/2019).

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *