Pelaku Bom Bunuh Diri Bagian Dari ISIS dan Jadi Tersangka

Ledakan bom bunuh diri beberapa hari lalu membuat sang pelaku bom bunuh diri kritis. Ia harus dirawat di rumah sakit karena luka yang dialaminya. Alih-alih mendapatkan korban, pelaku juga tidak mati seketika waktu melakukan aksinya tersebut. Menurut keterangan pihak kepolisian, pelaku bom bunuh diri bernama Rofik Asharudin adalah pelaku tunggal. Dan dari aktivitas di media sosialnya terpapar radikalisme. Melalui sosial media, pelaku sudah menerima beberapa doktrin tentang kekerasan dan juga informasi mengenai cara pembuatan bom.

Pada kejadian Senin malam tersebut pelaku berencana melakukan aksi bom bunuh diri di pos polisi. Namun karena ledakan bomnya cukup kecil sehingga tidak mampu menjangkau secara luas. Dan dalam kejadian tersebut tidak ada korban lain kecuali pelaku itu sendiri. Setelah aksinya tersebut pelaku sempat mengalami kritis namun sekarang keadaannya semakin membaik. Pihak kepolisian sudah menetapkan Rofik Asharudin sebagai pelaku atau tersangka tunggal.

“Dia beraksi Lone Wolf. Tak terlibat dalam jaringan terorisme,” kata Inspektur Jenderal, Rycko Amelza.

Penetapan tersangka pada Rofik adalah berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan, termasuk saksi dan bukti yang sudah ditemukan. Rofik juga sudah pernah berkomunikasi langsung dengan pemimpin ISIS. Diduga hal tersebutlah yang membuat pelaku akhirnya berani melakukan aksinya tersebut. Dan berdasarkan penelitian polisi, ternyata pelaku sempat ingin mengajak ibu dan kakaknya melakukan aksi bom bunuh diri tersebut.

Namun ternyata keluarganya tidak ingin mengikuti Rofik karena mereka menganggap bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan ajaran agama. Dan menurut keterangan keluarga, beberapa tahun terakhir Rofik menjadi pribadi yang sangat tertutup. Bukan hanya kepada orang luar tapi juga terhadap orang tua dan keluarganya sendiri. Dan Rofik tidak masuk ke dalam jaringan teroris manapun.

Ia murni melakukan semuanya sendiri. Dan sepertinya sampai akhirnya ia berani melakukan aksinya tersebut adalah setelah berkomunikasi langsung dengan pemimpin ISIS. Saat ini keadaan pelaku sudah semakin membaik dan sudah bisa berkomunikasi.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *