Pangeran Saudi Korupsi Dinegaranya Akhirnya Terungkap!!!

PANGERAN SAUDI KORUPSI DAN MENTERI – MENTERI SENIOR DIPECAT PEMERINTAHAN RAJA SALMAN

Pangeran Saudi Korupsi Dinegaranya Akhirnya Terungkap!!!, Seperti yang anda ketahui seluruh pembaca setia kami ditanah air. Baru – Baru ini saja Negara Arab Saudi mendapatkan berita panas dari Pemerintahannya. Dimana dikatakan para menteri – menteri senior dan juga pangeran melakukan tindakan yang telah melanggar hukum. Dan mereka langsung di pecat tanpa adanya pemberintahuan dari pihak kerjaan. Tidak lama setelah melakukan pemecatan terhadap para menteri dan pangeran saudi ini. Kerjaan langsung membentuk komiter baru yang disebut sebagai gerakan ” Anti-Korupsi”. Hal ini langsung diresmikan oleh pemimpin negara mereka Raja Salman .

Didalam Berita yang sangat menggemparkan dari Negara Arab Saudi ini. Sebanyak 12 pangeran Arab saudi serta 4 menteri aktif dan 10 mantan menteri senior. Mereka ditangkap oleh komiter Anti- Korupsi yang dipimpin langsung Putra Mahkota Saudi. Yang bernama Pangeran Mohammed Bin Salman. Penangkapan ini dilakukan pada hari sabtu kemarin 4 November 2017 tepatnya dini hari dikediaman masing – masing .

PANGERAN SAUDI KORUPSI DINEGARA ARAB SAUDI TERUNGKAP ?

Korupsi yang dilakukan oleh para pengeran Arab saudi dinegaranya. Mulai dari penyuapan, Penggelapan dana, Pencucian Uang Hingga penyalahgunaan wewenang mereka. Dari beberapa pangeran yang ditangkap oleh pihak pemerintahan Saudi. Salah satu yang membuat public terkejut adalah dimana muncul sebuah nama miliarder yang tidak asing. Dirinya disebut – sebut orang terkaya di Arab Saudi bernama Pangeran Alwaleed Bin Talal. Beliau dituduh telah melakukan tindakan yang melanggar aturan pemerintahan saat ini .

Dari pejabat kerjaan melaporkan Pangeran  Alwaleed Bin Talal ini. Dirinya merupakan keponakan dari Raja Salman sendiri Bin Abdulaziz. Yang merupakan pemilik perusahaan investasi kingdom Holding diNegaranya. Saat ini harus menjalani hukuman karena melakukan pencucian uang, Penyuapan dan pemerasan terhadap para pejabat. Bukan hanya itu saja tuduhan lainnya seperti memperkerjakan karyawan bayangan. Dan juga memberikan kontrak pada perusahaanya sendiri termasuk pada pengadaan alat komunikasi “walkie-talkie”. Menghabiskan dana sebanyakan USD 10 Miliyar yang setara dengan 140 Trilliun Rupiah. Serta juga pengadaan perlengkapan militeri anti-peluru senilai miliyaran riyal .

Untuk Berita Lainnya Klik Disini .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *