OPM Menantang TNI Perang Secara Gentelman dan Bertanggung Jawab

OPM MENANTANG TNI PERANG SECARA GENTELMAN DISEBABKAN RAKYAT PAPUA TIDAK PERLU JALAN TRANS-PAPUA MALAH MEMILIK KEMERDEKAAN SENDIRI

OPM Menantang TNI Perang Secara Gentelman dan Bertanggung Jawab. Seperti yang anda ketahui seluruh pembaca ditanah air. Organisasi Papua Merdeka atau OPM menolak istilah buatan pemerintah Indonesia atau TNI. Yang dimana menyebut mereka sebagai Kelompok kriminal bersenjata. Atau Kelompok kriminal separatis bersenjata. Dalam kasus penembakan 31 pekerja proyek jalan trans-Papua. OPM malah berdalih sebeb hal yang mereka lakukan ini. Bukanlah tindakan kriminal melainkan bagian dari. Perjuangan pembebasan Papua dari Indonesia. Mereka bahkan menyebut Indonesia sebagai negara kolonial. OPM dan rakyat Papua tidak membutuhkan jalan trans-Papua. Seperti yang dikerjakan sekarang maupun pembangunan dalam bentuk lainnya. Namun lebih memilih solusi masalah Papua adalah kemerdekaan. Beserta berdaulat sendiri sebagai bangsa yang beradab .

Hingga hari ini Kepolisian Republik Indonesia mencatat. Sudah ada puluhan pekerja dan anggota Tentara Nasional Indonesia. Yang mereka tewas dibunuh kelompok bersenjata itu. Bukan hanya itu saja Presiden K-Sarbumusi NU, Syaiful Bahri Anshori. Beliau menilai aksi tersebut sangat tidak manusiawi. Dirinya tidak menduga jika pekerja yang sedang mengerjakan proyek. Jalur Trans Papua ditembak oleh KKB. Hal ini menurut dia peristiwa yang sangat memprihatinkan. Harus segera mengejar dan menangkap kelompok ini. Agar dapat segara di akhiri serta di diadili oleh Hukum Negara Indonesia .

OPM MENANTANG TNI PERANG SECARA GENTELMAN JANGAN PERANG SECARA BRUTAL MENYERANG WARGA SIPIL BERTEMPURLAH DI DISTRIK MBUA SAMPAI HABEMA

Organisasi Papua Merdeka atau OPM menuduh TNI dan Polri. Mereka melancarkan serangan udara di Kenyam, Kabupaten Nduga, pada 4 Desember 2018. Namun menurut mereka kawasan yang diserang itu sebenarnya. Wilayah permukiman warga sipil.OPM juga memperingatkan TNI-Polri agar tidak menyerang warga sipil. Mereka menantang bertempur dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Di medan perang yang telah mereka tetapkan. Yakni Distrik Mbua sampai Habema. Jangan seperti hari ini yang sangat brutal menyerang. Sembarangan tempat dengan menggunakan bom peledak dalam kapasitas besar. Sehingga warga sipil harus terkena serangan tersebut dan terluka. TNI dan Polri masih melancarkan serangan udara. Sembari mengevakuasi para korban tewas dalam penembakan Minggu pekan lalu. Bahkan TNI menggunakan peralatan perang yang canggih. Beserta bahan peledak yang berdaya ledak besar .

Akibat serangan tersebut Telah merusak beberapa rumah. Melukai warga sipil dan milisi TPNPB. Namun mereka menolak menyebutkan terperinci identitas korban luka. Maupun rumah-rumah yang rusak karena belum sempat mengidentifikasi. “Wilayah Mbua ini besar jadi kami secara komando. Belum identifikasi korban yang dimaksud”. Jelasnya OPM Ke Public Tanah Air melalui Derita .

Untuk Berita dan Informasi Terknini Lainnya Klik Disini .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *