MRT, KRL, dan LRT serta Suka Duka Petugas MRT

LEBIH DALAM TENTANG MRT, LRT, DAN KRL

MRT yang baru diresmikan di Jakarta memang cukup menarik perhatian masyarakat. Peminatnya pun tidak bisa diremehkan. Namun sebenarnya apakah kalian sudah tau cara membedakan ketiga jenis transportasi kereta ini? Jika dilihat secara sekilas, ketiga jenis transportasi ini memang sama bentuknya berupa kereta. Jadi sangat wajar jika masih banyak orang yang belum bisa membedakan ketiga jenis transportasi ini. Cara gampangnya saja misalnya, cara membedakannya bisa dilihat dari jumlah rangkaian keretanya. LRT memiliki jumlah rangkaian kereta yang paling sedikit, yaitu 2-3 kereta. MRT sendiri memiliki 6 kereta, dan KRL memiliki 8-10 kereta.

Selain membedakan dari jumlah rangkaian keretanya, ketiga jenis transportasi ini tentu saja memiliki kapasitas yang juga berbeda. LRT dengan jumlah rangkaian kereta paling sedikit ini hanya mampu menampung lebih kurang 600 penumpang. Dan untuk MRT serta KRL memiliki kapasitas maksimal yang hampir sama yaitu sekitar 2 ribu penumpang. Dari segi perlintasan kereta ini juga kita bisa melihat bedanya ketiga jenis transportasi umum ini. LRT memiliki perlintasan yang hanya berbentuk layang. Sedangkan KRL memiliki perlintasan yang bisa juga layang namun juga perlintasan di atas tanah. Dan yang terakhir adalah MRT, perlintasan MRT ini layang dan di bawah tanah.

Dengan diresmikannya Moda Raya Terpadu ini juga, secara tidak langsung terintegrasi dengan gedung-gedung yang dilaluinya. Salah satunya adalah Mall Blok M Plaza yang dulunya sepi akhirnya kini menjadi ramai. Lalu mengenai peraturan yang baru ditetapkan di MRT ini juga cukup membuat para petugas kewalahan karena masih banyak pengunjung yang belum menaati misalnya saja aturan antrinya.

“Kalau ada yang (berdiri) keluar jalur, kita bilang ; mohon maaf ini mbak, mas, ini keluar antrian;,” kata salah seorang petugas.

Meskipun begitu, tapi menurutnya dibandingkan hari pertama pembukaan, saat ini budaya antri masyarakat sudah jauh lebih baik. Dan bukan saja budaya antrinya melainkan etika dalam menggunakan eskalator juga sudah mulai diterapkan.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *