Menkeu Sri Mulyani Katakan Pendapatan Negara Tembus 2.000 Trilliun 2019

MENKEU SRI MULYANI KATAKAN PENDAPATAN NEGARA

MENJAWAB KRITIKAN LAWAN POLITIK YANG KATAKAN JOKOWI MENAMBAH HUTANG NEGARA

Menkeu Sri Mulyani Katakan Pendapatan Negara Tembus 2.000 Trilliun 2019. Seperti yang anda ketahui seluruh pembaca setia kami di tanah air. Dimana di jaman pemerintahan Presiden RI Joko Widodo sekarang ini. Paling banyak mendapatkan kritikan pedas dari para lawannya. Dimulai dari anggota pemerintahannya sendiri sampai kepada masyarakat. Yang dikatakan mengkritikan Hutang Negara membengkak dan sangat meningkat besar. Namun hal ini langsung di bantah dan dipatahkan Menteri keuangan Sri Mulyani. Beliau dikatakan yang hampir secara keseluruhan menanggani keuangan negara. Dan bahkan sudah di akui kinerja kerjanya di Amerika Serikat. Dimana mengatakan pemerintahan sekarang menargetkan penerimaan. Tepatnya didalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN di tahun 2019. Akan segera menembuh ke Angkat Terbaru Rp. 2.189 Triliun. Jumlah ini di bilang sangat fantastic dan mengejutkan semua pihak pemerintahan .

Dimana jumlah tersebut telah naik 15 persen dari sebelumnya. Yang dimana tepatnya di tahun 2016 lalu penerimaan negara. Dikatakan hanya berada pada angka Rp. 1.555,9 trilliun. Lalu meningkat di tahun 2017 tepat pada angkat Rp. 1.655,9 Triliun. Namun di 2018 dan 2019 pemerintahan telah mencapat kinerja maximal. Sehingga kedepannya pendapat negara semakin akan meningkat lagi .

MENKEU SRI MULYANI KATAKAN PENDAPATAN NEGARA OPTIMISTIS PENERIMAAN PENDAPATAN NEGARA TEMBUS RP. 2.000 TRILIUN DI 2019

Sri Mulyani tidak merincikan pos penerimaan yang meningkat. Namun hanya menyebutkan penerimaan pajak nonmigas. Dimana sangat di harapkan bisa meningkat 16,6 persen tahun depan. Berdasarkan perhitungan dari pajak nonmigas 2019 diharapakan juga. Bisa mencapai Rp. 1.615,95 Triliun dari target tahun ini senilai Rp. 1.385,9 Triliun. Dengan pendapatan yang lebih besar ini. Maka kemampuan pemerintah untuk membelanjakan anggaran bisa lebih besar. Hanya saja Angka pasti belanja negara tahun depan masih belum bisa dipastikan. Hal ini dikarena setiap menteri masih memberikan masukan terkait pagu indikatif belanja tahun depan. Namun berdasarkan kesepakatan antara pemerintah dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR). Belanja negara dipatok di rentang 14,2 persen hingga 15,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) .

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini pendapatan negara. Dimana akan menembus angka Rp2.000 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah pada tahun depan. Dirinya sangat optimistis penerimaan tahun depan akan sesuai hasil nyata. Setelah melihat proyeksi penerimaan tahun ini yang diperkirakan akan melebihi target. Berdasarkan data Kementerian Keuangan. Pendapatan negara di akhir tahun bisa mencapai Rp1.903 triliun atau Rp8,3 triliun. Lebih banyak dari target APBN yakni Rp1.894,7 triliun .

Untuk Berita – Berita Pemerintahan Lainnya Klik Disini .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *