Mantan TNI Culik dan Perkosa Anak SD

Mantan TNI Pedofilia Culik dan Perkosa Anak SD

Beberapa hari belakangan publik dikejutkan dengan berita mengenai seorang mantan TNI yang mengidap penyakit pedofilia. Berita penculikan dan pemerkosaan anak SD di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara yang menggegerkan publik ternyata dilakukan oleh seorang mantan TNI. Pelaku merupakan bekas anggota TNI, Adrianus Pattian. Ia memperkosa 6 orang anak di Kota Kendari secara bergilir. Ia sempat melarikan diri setelah melakukan aksinya namun akhirnya ia tertangkap pada hari Rabu (1/5). Setelah pelaku berhasil ditangkap, ia langsung diterbangkan ke Makassar, Sulawesi Selatan atas perintah langsung dari panglima TNI. Setibanya di Makassar ia langsung akan menjalani serangkaian proses pemeriksaan.

Kejadian ini bermula ketika ia menjemput salah seorang korbannya di sekolahnya menggunakan sepeda motor. Pelaku mengaku sebagai orang suruhan orang tua korban dan akhirnya membuat korban mau ikut dengan si pelaku. Namun bukannya dibawa kembali ke orang tuanya, si korban malah dibawa ke tempat lain. Pihak kepolisian yang mengetahui penculikan tersebut langsung saja melakukan pengejaran. Setelah dilakukan pengejaran, polisi mendapati pelaku ada di Nanga Nanga Kecamatan Baruga Kota Kendari.

Karena tau dirinya sedang dikejar oleh pihak kepolisian akhirnya pelaku langsung menjatuhkan korban di tengah jalan. Setelah itu ia langsung melarikan diri ke dalam hutan. Hingga saat ini ada sebanyak 7 anak hilang yang dilaporkan dalam waktu sepekan. Sedangkan sebanyak 6 orang anak lainnya menjadi korban kasus pemerkosaan.

Pihak kepolisian dan TNI langsung melakukan pengejaran pada tanggal 27 namun pelaku baru bisa ditemukan pada tanggal 1 Mei. Pelaku ditangkap di Lorong Cendana, Kelurahan Bonggoeya, sekitar pukul 10.40 WITA. Pelaku ditangkap saat bersembunyi di salah satu rumah warga yang berada di sektiar Lorong Cendana dan Lorong Jati.

“Pelaku sembunyi di kolong tempat cucian warga. Di situ pelaku kami tangkap dan langsung diamankan,” uajr Fajar.

Pada saat penangkapan banyak warga yang geram dan ]=ikut menghajar pelaku hingga babak belur.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *