Kronologi Pembunuhan Suami dan Anak Tiri Oleh AK

Kronologi Pembunuhan Edi dan Dana

Setelah dilakukan penyidikan tentang kasus pembunuhan yang dilakukan oleh AK terhadap suami dan anak tirinya akhirnya terungkap kronologi pembunuhan kedua korban tersebut. Setelah sudah mencoba santet hingga berniat membeli senjata api akhirnya niatnya berujung pada jasa pembunuh bayaran. AK diketahui membayar dua orang pembunuh bayaran yakni S dan A. Selain 2 orang eksekutor tersebut ternyata AK juga dibantu oleh keponakannya, yakni KV.

Aulia sudah membeli obat jenis Vandres di sebuah apotek yang terletak di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Vandres adalah obat tidur bagi penderita insomnia atau kesulitan tidur. Setelah itu ia bersama dengan S, A, dan KV kembali ke rumahnya yang ada di Lebak Bulus. Setelah tiba di rumahnya akhirnya ia mencampurkan 30 butir Vandres tersebut ke dalam 3 minuman, yakni jus tomat milik Edi, jus tomat Dana dan minuman keras jenis wiski untuk Dana.

Saat Edi dan Dana sudah minum minuman yang sudah dicampur dengan Vandres tersebut akhirnya kedua korban dibekap. Awalnya Edi dibekap oleh Aulia di kamarnya. Edi sempat memberontak dan mencakar lengan kanan Aulia ketika dibekap.

“S memegang perutnya (Edi). A memegang kaki, dan AK membekap di mulutnya. Korban sempat memberontak dan mencakar lengan sebelah kanan AK. Korban diduga meninggal di kamarnya saat dibekap,” kata Suyudi.

Kronologi Pembakaran Korban yang Berubah-ubah

Lalu korban Dana dibekap oleh KV, kemudian AK memegangi tangannya, S memegang perutnya dan A memegang kakinya. Kedua korban dinyatakan meninggal ketika dibekap. Setelah itu rencana berikutnya AK berniat membakar keduanya dalam rumah. Pada 24 Agustus ia berencana membuat skenario seolah-olah korban tewas terbakar di rumah akibat obat nyamuk.

Setelah menyalakan 3 buah obat nyamuk, sebuah kain yang sudah disiram bensin diletakkan di samping obat nyamuk. Tanpa sepengetahuan AK ternyata salah seorang pembunuh bayaran inisial S memadamkan obat nyamuk yang diletakkan di kamar Edi dan garasi. Dan akhirnya yang terbakar hanyalah kamar Dana yang ada di lantai 2. Namun kejadian tersebut sempat diketahui oleh tetangga dan juga sudah dipadamkan oleh 4 mobil pemadam kebakaran pada Sabtu pukul 19:00 WIB.

“Namun saat obat nyamuk dibakar, S berubah pikiran, timbul ketidaktegaan. Obat nyamuk di garasi dan di kamar ED dimatikan dengan cara diludahi,” ungkap pihak kepolisian.

Karena rencana tersebut tidak berjalan dengan baik, maka akhirnya AK memutuskan untuk membawa kedua jenazah korban ke Sukabumi bersama KV dan membakar korban di dalam mobil. Skenario selanjutnya AK akan membuat seolah-olah korban terbakar karena mobil terjun ke jurang.

Namun rencana tersebut juga gagal karena KV menderita luka bakar ketika melakukan aksinya tersebut. Akhirnya AK memutuskan untuk melarikan diri dan membawa KV ke Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan.

“Mereka (Aulia dan KV) melarikan diri dan (mobil yang membawa kedua jenazah) belum masuk ke jurang. Tadinya KV mau berobat di Sukabumi tapi langsung berobat ke Jakarta karena takut ketahuan.

Saat ini polisi sudah mengamankan Aulia, KV, serta S dan A. Dan untuk mantan asisten rumah tangga AK beserta suaminya juga saat ini sedang diperiksa polisi sebagai saksi. Itu adalah kronologi pembunuhan dan pembakaran yang dilakukan oleh AK setelah polisi melakukan penyidikan lebih lanjut.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *