KPU Umumkan Kemenangan 01, Prabowo Gugat ke MK

KPU Umumkan Hasil Rekapitulasi Pemilu 2019

Pihak KPU memutuskan untuk mengumumkan hasil rekapitulasi Pemilu 2019 di 34 provinsi pukul 24.00 WIB pada Senin 20 Mei 2019. Hasil dari rekapitulasi 34 provinsi itu pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin menang dalam Pilpres 2019. Dan dari hasil tersebut membuat pihak Prabowo akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Saat ini mereka memiliki waktu 3×24 jam untuk menentukan langkah yang harus mereka ambil. Pasangan 01 meraih 85.607.362 suara atau sebesar 55.50 persen dari total suara sah nasional. Sedangkan pasangan urut 02 mendapat 68.650.239 suara atau sebesar 44.50 persen dari total suara sah nasional.

“Ada dua langkah, pertama kita akan kaji ke MK atau tidak. Kedua kita akan lapor ke bawaslu dugaan kecurangan yang kita temukan,” kata Juru Bicara BPN Andre Rosiade.

Sebanyak 21 Provinsi di Indonesia dimenangkan oleh paslon nomor urut 01. Dan 13 provinsi sisanya dimenangkan oleh paslon nomor urut 02. Yaitu, Bengkulu, Malut, Sumbar, Kalsel, Jambi, Sulteng, Sumsel, Banten, NTB, Aceh, Jabar, Riau dan Sulsel.

Hasil KPU Menangkan Jokowi – Ma’ruf, Prabowo Jadi Tersangka Dugaan Makar

Hasil pemilu 2019 ini yang mengatakan bahwa Prabowo ternyata tidak menang seperti yang sudah ia gembar-gemborkan beberapa waktu lalu. Dan Polda Metro Jaya dilaporkan telah menetapkan Prabowo Subianto sebagai tersangka makar. Pasal yang dituduhkan kepada Prabowo adalah pasal 107 KUHP dan atau pasal 110 junto pasal 87 dan atau pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau pasal 15 UU No 1/1946.

Penyidik menyampaikan bahwa Prabowo dan Eggi Sudjana diduga melakukan tidak pidana kejahatan terhadap keamanan negara. Dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang bisa menimbulkan keonaran di masyarakat. Namun pihak Prabowo nampaknya menampik hal tersebut. Prabowo mengingatkan kepada para pendukung agar aksi 22 Mei digelar secara damai sesuai dengan aturan yang berlaku. Prabowo juga mengatakan agar perjuangannya harus konstitusional dan demoraktis.

“Tidak ada niat kami untuk makar ataupun melanggar hukum, justru kami ingin mengamankan hukum. Kami ingin menegakkan kebenaran dan keadilan. Katakanlah yang benar itu benar dan yang salah itu salah,” ucap Prabowo.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *