Kontroversi Tumbangnya Anggota KPPS Pemilu 2019

Kontroversi Pemilu 2019 dari Hasil Quick Count Hingga Tumbangnya Anggota KPPS

Rasanya pemilu 2019 menuai banyak kontroversi yang cukup menarik perhatian publik. Berawal dari paslon 02 yang terus mendeklarasikan kemenangan mereka padahal dari quick count, paslon 01 lah yang mengungguli. Kurang lebih sebanyak 4 kali mereka melakukan deklarasi kemenangan dan yang katanya adalah mereka sudah mendapatkan info hasil real countnya.

Beranjak dari deklarasi kemenangan yang dilakukan oleh paslon 02, kontroversi lainnya muncul karena banyaknya anggota KPPS Pemilu yang gugur. Pemilu 2019 ini memang cukup meninggalkan catatan dukacita. Hingga kemarin 22 April 2019, sudah ada sebanyak lebih kurang 90 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS di sejumlah daerah yang meninggal dunia. Kontroversinya bermula dari adanya kabar beberapa petugas yang meninggal hingga ada yang bunuh diri.

Semua petugas KPPS harus mengorbankan waktunya juga tenaga bahkan mereka mempertaruhkan nyawa mereka saat menjalankan tugas untuk mengawal Pemilu 2019 ini. Mereka yang gugur ini layak disebut sebagai pahlawan demokrasi. Bukan hanya petugas KPPS, melainkan ada sebanyak 15 anggota kepolisian juga ikut gugur saat bertugas mengamankan penyelenggaraan Pemilu 2019. Bukan hanya yang meninggal namun juga petugas yang sakit sangat banyak.

Karena Pemilu 2019 ini banyak memakan korban banyak yang meminta pihak pemerintah juga ikut memperhatikan para petugas yang ikut mengawal Pemilu. Presiden kita saat ini juga turut berbelasungkawa.

Komentar Sri Mulyani Tentang Kontroversi Pemilu yang Memakan Banyak Korban

Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan akhirnya turut buka suara terkait kasus ini. Ia akan mengkaji kembali kemampuan APBN untuk bisa mendukung jaminan dalam BPJS Kesehatan bagi para petugas KPPS. Upaya ini dilakukan dengan maksud tindak lanjut atas jatuhnya korban jiwa pasca penyelenggaraan Pemilu.

“Saya tahu ini bisa jadi isu berkembang karena banyaknya jumlah yang sakit maupun meninggal dunia juga ternyata cukup banyak. Nanti saya lihat bagaimana mekanisme anggaran untuk bisa mensupport,” kata Sri Mulyani.

Semoga saja penyeleggaraan Pemilu selanjutnya bisa lebih baik dan mengevaluasi dari kejadian tahun ini serta tidak harus memakan korban lagi.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *