Kivlan Zen di Cegat Polisi Ketika Ingin ke Luar Negeri

Polisi Cegat Kivlan Zen di Bandara Ketika Ingin ke Luar Negeri

Kivlan Zen adalah salah satu tokoh yang cukup vokal dalam mengkritik pemerintah. Belakangan ini ia diketahui getol betul menggembar-gemborkan isu kecurangan pada Pemilu 2019 ini. Kivlan dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran berita bohong dan makar pada hari Selasa (7/5). Dan pada hari Jumat (10/5) malam, pihak kepolisian menggagalkan rencananya ketika hendak berangkat ke luar negeri. Ia diketahui akan berangkat ke Brunei melalui Batam.

“Betul, dicegah keluar negeri. Beliau mau ke Brunei lewat Batam,” ujar Asep Adi Saputra.

Pihak Kuasa Hukum Membantah Kivlan Zen Ingin Ke Luar Negeri

Namun menurut Kuasa Hukum Kivlan, ia tidak berniat untuk pergi ke luar negeri. Ia ke Batam hanya untuk urusan pekerjaan dan juga hanya ingin menjenguk saudaranya yang sedang dalam keadaan kurang sehat.

“Enggak ada ke Brunei maupun Singapura. Beliau ke Batam saja. Sekaligus lihat saudaranya yang kurang sehat,” ujar Pitra.

Surat cegah Kivlan terkait dengan pengembangan kasus yang melibatkan dirinya, yaitu dugaan makar atau berita bohong. Laporan terhadap Kivlan diterima oleh polisi dengan nomor laporan LP/B/0442/V/2019/Bareskrim. Ia dilaporkan oleh seseorang yang bernama Jalaludin. Pada hari yang bersamaan, seorang aktivis Lieus Sungkharisma juga dilaporkan atas dugaan penyebaran berita bohong dan makar.

Mereka berdua dilaporkan atas Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau hoaks dengan UU No 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 14 dan atau pasal 15. Selain itu terhadap Keamanan Negara atau Makar UU No 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 107 jo asal 110 jo pasal 87 dan atau pasal 163 bis jo pasal 107.

Untuk surat pencekalannya sendiri diberikan oleh penyidik kepada Kivlan saat bertemu di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pihak penyidik juga memberikan surat panggilan untuk pemeriksaan sebagai saksi pada Senin, 13 Mei 2019.

“Iya dicekal ke luar negeri. Surat pencekalan sudah dikirim hari ini. Diberi surat panggilan untuk di dengar keterangannya sebagai saksi besok hari Senin,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *