Ketua KPPS Tewas Gantung Diri di Sleman

Ketua KPPS di Sleman Ditemukan Tewas Gantung Diri

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 21 Kecamata Sleman, DIY, ditemukan tewas bunuh diri. Ia diketahui melakukan aksi gantung dirinya di belakang rumahnya pada hari Jumat (19/4). Kapolsek Sleman, Kompol Sudarno mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan medis yang sudah dilakukan, diketahui bahwa ia murni tewas karena bunuh diri. Jenazah ketua KPPS tersebut dikebumikan pada pukul 16:00 WIB.

“Hasil dari bahwa dia memang murni bunuh diri. Gantung diri. Murni gantung diri. Yang menemukan adalah keluarganya di belakang di dapur katanya. Di belakang dapur, tempat jemuran. Ditemukan pada pagi hari jam 09.30 oleh anaknya,” kata Sudarno.

Tugiman, Ketua KPPS di TPS 21 Sleman, diketahui menghadiri rangkaian Pemilu 2019. Ia diketahui selalu berada di TPS 21 Triadi, Sleman sejak persiapan hingga akhir Pemilu 2019. Proses perhitungan suara ternyata memakan waktu hingga Kamis (18/4). Tugiman akhirnya pulang ke rumahnya pada pagi harinya. Ia sempat beristirahat karena mungkin merasa lelah karena sudah seharian bertugas.

Dan pada hari kejadian terlihat Tugiman masih sempat pergi ke kebun. Sekitar pukul 9 pagi, anaknya sempat mendengar ada suara “bruk” yang cukup keras. Namun ia tidak menyangka itu adalah sesuatu yang buruk. Ia mengira mungkin hanya seng yang jatuh jadi ia tidak menghiraukannya.

Pukul 11 pagi, anak bersama dengan istri Tugiman mendapati bahwa Tugiman sudah tergantung di belakang rumahnya, di tempat jemuran. Ketika melihat kejadian tersebut sontak saja mereka langsung berteriak minta tolong. Motif bunuh dirinya sampai saat ini belum diketahui. Tugasnya sebagai ketua KPPS juga sudah diselesaikan dengan baik.

10 Orang Petugas Meninggal Dunia

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rifqi Ali Mubarok, mengungkapkan bahwa ada sebanyak 10 orang petugas yang meninggal dunia. Ia turut berduka cita atas kejadian ini dan berharap agar keluarga yang ditinggalkan bisa lebih bersabar. Motifnya sendiri ada yang karena faktor kelelahan, serangan jantung, dan ada yang mungkin stress karena laporan kurangnya surat suara.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *