Kericuhan 22 MEI 2019 Sudah Direncanakan dan Dibiayai

Kericuhan 22 Mei Terungkap, Ada yang Biayai dan Sudah Direncanakan

Kericuhan yang terjadi 22 Mei mengakibatkan 6 orang meninggal dan ratusan orang terluka. Aksi tersebut bukan hanya mengakibatkan korban jiwa namun sebanyak 25 mobil terbakar dan berbagai fasilitas umum yang rusak. Ada sebanyak 250an orang yang menjadi tersangka kericuhan pada 21 dan 22 Mei 2019. Mereka dibayar untuk berbuat brutal dan anarkis. Pihak kepolisian menyebutkan bahwa kerusuhan tersebut sengaja dirancang untuk mengganggu ketertiban umum dan keamanan di Ibu Kota.

Wiranto mengatakan bahwa ada upaya untuk membangun kebencian hingga antipemerintah. Para perusuh menyerang petugas, merusak asrama Polri bahkan membakar sejumlah kendaraan. Pemerintah mengatakan bahwa mereka akan melakukan investigasi secara tuntas terhadap kericuhan 22 Mei.

“Ada niatan atau skenario untuk membuat kekacauan dengan menyerang petugas. Membangun antipati pemerintah dan membangun kebencian terhadap pemerintah yang sedang melakukan upaya kesejahteraan,” ucap Wiranto.

Pihak kepolisian menemukan uang sebesar 6 juta dari massa bayaran tersebut. Para pelaku kebanyakan berasal dari luar Jakarta. Kericuhan yang terjadi ini juga sudah terencana karena peralatan yang mereka pakai untuk menyerang petugas sudah disiapkan oleh yang merencanakan. Jadi bukan mereka yang terlibat bentrok yang menyediakan. Setelah bentrokan tersebut, pihak kepolisian menetapkan 257 orang tersangka. 72 tersangka diamankan di Bawaslu, 156 orang di lokasi kerusuhan Petamburan, dan 29 tersangka di daerah Gambir.

Pelaku Kericuhan Akan Dikenakan Sanksi

Selain menemukan sejumlah uang, polisi juga menemukan bukti lainnya berupa clurit, batu, mercon, petasan dan busur panah. Selain itu, pihak kepolisian juga sudah menemukan bukti pembicaraan mereka melalui group WhatsApp. Dalam group tersebut mereka menyebarkan ajakan penyerangan dan juga melaporkan situasi kericuhan. Pelaku yang sudah ditangkap akan dikenakan pasal 170 KUHP dan 212,214,218. Serta pelaku kericuhan yang ada di Petamburan akan dikenakan pasal lain yaitu pasal 187 terkait pembakaran.

Berdasarkan pantauan, secara keseluruhan wilayah lain di Jakarta sepanjang hari Rabu terpantau dalam kondisi yang sudah aman namun kondisi lalu lintas di berbagai ruas utama belum seramai biasanya.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *