Habib Bahar Di Tetapkan Sebagai Tersangka Penyebar Hoax

HABIB BAHAR DI TETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA ADANYA DUGAAN KUAT MELAKUKAN PENGHINAAN TERHADAP PRESIDEN RI 1

Habib Bahar Di Tetapkan Sebagai Tersangka Penyebar Hoax. Seperti yang anda ketahui seluruh pembaca setia ditanah air. Habib Bahar Dirinya ditetapkan sebagai tersangka usai pidatonya. Yang diduga menghina Presiden Jokowi menyebar di jejaring sosial. Bahar dijerat UUD Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Serta UUD Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Kabagpenum Divhumas Mabes Polri Kombes Pol, Syahar Diantono. Dirinya mengatakan polisi tidak melakukan penahanan terhadap Habib Bahar. Hanya di tetapkan sebagai tersangka terlebih dahulu. Namun akan terus di lanjutkan penyelidikan terhadap dirinya. Didalam kasus ini polisi juga belum berencana melakukan. Yang namanya pemeriksaan kepada pihak-pihak lain yang terlibat. Penyidik menganggap pemeriksaan Focus terhadap Habib Bahar untuk sekarang ini .

Untuk pertama kalinya dari informasi yang di dapat Vivatribun. Seorang Bahar ditetapkan sebagai tersangka dalam pemeriksaan. Perdananya di Bareskrim Mabes Polri. Namun Habib Bahar tidak langsung ditahan oleh polisi. Dirinya dilaporkan saat mengisi ceramah. Didalam rangka memperingati Maulid Arba’in di Gedung Ba’alawi. Jalan Ali Ghatmir Lorong Sei Bayas, Kecamatan Ilir Timur 3, Palembang, Sumatera Selatan. Tepatnya Pada Tanggal 8 Januari 2017. Dalam ceramah itu Habib Bahar dinilai telah menghina Presiden Joko Widodo .

HABIB BAHAR DI TETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA SEBAB DUGAAN DISKRIMINASI RAS DAN ETNIS

Kasus Bahar menghina Presiden RI 1 ini. Bermula dari laporan yang dilayangkan Sekjen Jokowi Mania Laode Kamaruddin. Langsung pada Bareskrim Polri atas dugaan kejahatan terhadap penguasa umum. Beserta juga kerap lontarkan kalimat ujaran kebencian. Laporan tersebut diterima dengan nomor LP/B/1551/XI/2018/BARESKRIM tanggal 28 November 2018. Habib Bahar dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 207 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP. UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. serta Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 dan Pasal 45 ayat (2) jo. Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Karena ceramahnya yang diduga menghina Presiden Joko Widodo .

Bukan hanya itu saja Laporan yang sama juga. Dikatakan dilayangkan oleh Ketua Cyber Indonesia. Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya. Laporan dugaan penghinaan terhadap Jokowi itu. Diterima dengan Nomor LP/6519/XI/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal pada 28 November 2018 .

Baca juga Berita dan Informasi Terkini Lainnya Klik Disini .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *