GEMPA GUNCANG ACEH, SEJUMLAH WARGA PANIK

GEMPA HANTAM ACEH, SEJUMLAH BANGUNAN ROBOH

Vivatribun – Gempa menggoyang wilayah Aceh, Rabu 7 Desember 2016. Meski begitu, gempa sempat membuat warga panik. Gempa juga membuat warga panik dan sempat hendak mengevakuasi diri menjauh dari pantai. Namun, mereka belum bergerak karena menunggu informasi resmi.

“Gempanya terasa kuat. Rumah sempat bergetar, terasa seperti gempa akhir 2004 silam,” ucap Nurfida, seorang ibu rumah tangga, di Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Banyak warga yang masih terlelap saat gempa terjadi. Salah seorang warga Lueng Putu, Murdhani (45) mengatakan, bersama warga lainnya sedang melakukan pembersihan sebuah ruko yang turut runtuh akibat gempa.

Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa terjadi sekitar pukul 05.03 WIB dengan kekuatan Magnitudo 6,4 dengan kedalaman 10 kilometer.

Kepala BMKG Aceh, Eridawati, mengatakan gempa terjadi dengan kekuatan yang cukup besar. Namun, gempa terjadi di daratan, bukan lautan, sehingga potensi tsunami menjadi sangat kecil.

Meski tak berpotensi tsunami, gempa mengakibatkan belasan bangunan roboh, termasuk masjid. Dan bukan hanya di Pidie Jaya, sejumlah bangunan di Kabupaten Bieruen juga roboh akibat gempa.

Kepala Badan Geologi Ego Syahrial mengatakan, gempa yang terjadi hari ini disebabkan aktivitas sesar aktif di daerah Samalanga. Mekanisme sesar tersebut berarah ke timur laut-barat daya.

Ego menjelaskan, kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa tersebut memang disusun batuan berumur kuarter dan batuan sedimen berumur tersier yang sebagian telah mengalami pelapukan.

Dampak gempa bumi berupa guncangan kuat juga terasa di beberapa wilayah Aceh, antara lain Busugan, Meukobrawang, Pangwabaroh, Meukopuue, Tanjong, Meukorumpuet, Panteraja, Angkieng, dan Pohroh, pada skala intensitas III SIG-BMKG (VI MMI).

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenter atau titik kejadian gempa bumi, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Berdasarkan peta tataan tektonik Aceh, tampak bahwa di zona gempa bumi memang terdapat struktur sesar mendatar.

Gempa berkekuatan 6,4 skala richter (SR) menggoyang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, gempa terjadi pada Rabu (7/12/2016) sekitar pukul 05.03 WIB.

Gempa berpusat di 5.19 Lintang Utara (LU)-96.36 Bujur Timur (BT), 18 kilometer Kabupaten Pidie, Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *