Blockchain Dipakai untuk Pemilu, Diklaim Enggak Bakal Bobol

BLOCKCHAIN DIPAKAI UNTUK PEMILU SEBUAH PEMILIHAN UMUM ATAU PEMILU LOKAL

Blockchain Dipakai untuk Pemilu Diklaim Enggak Bakal BobolAplikasi pemungutan suara berbasis Blockchain. Voatz akan dipakai di Denver ibu kota negara bagian Colorado. Amerika Serikat, dalam sebuah pemilihan umum atau pemilu lokal pada Mei 2019. Mengutip situs TechCrunch, Jumat, 8 Maret 2019. Voatz adalah platform pemungutan suara berbasis ponsel pintar atau smartphone. Platform ini telah bekerja sama dengan penyedia teknis Tusk Philanthropies dan National Cybersecurity Center. Wakil Direktur Pemilihan Umum Kota Denver Jocelyn Bucaro. mengatakan bahwa 4 ribu pemilih yang berada di luar negeri yang telah memenuhi syarat dapat menggunakan aplikasi tersebut.

Kami akan mengimplementasikan program percontohan ini yang memungkinkan warga negara Amerika di luar negeri, seperti personel militer aktif, yang tentunya memenuhi syarat untuk memilih bisa menggunakan Voatz,” kata Bucaro. Teknologi Voatz sebelumnya telah digunakan di negara bagian Virginia Barat, tempat personel militer yang bertugas aktif menggunakan perangkat lunak selama pemilihan umum dan pemilihan umum negara bagian pada 2018. Bucaro mengungkapkan Voatz membuat proses pemungutan suara menjadi lebih mudah dan lebih transparan.

BLOCKCHAIN DIPAKAI UNTUK PEMILU PEMILIH YANG MEMENUHI SYARAT HARUS MENYELESAIKAN PROSES OTENTIKASI

Kami percaya teknologi punya potensi untuk membuat pemungutan suara lebih mudah dan lebih aman. Tidak hanya untuk personel militer yang sedang bertugas atau warga negara Amerika lainnya di luar negeri, tetapi juga untuk pemilih berkebutuhan khusus seperti disabilitas,” jelas Bucaro. Ia mengatakan, untuk bisa berpartisipasi, pemilih yang telah memenuhi syarat harus menyelesaikan proses otentikasi lewat Voatz. Jika disetujui, mereka kemudian harus mengirimkan surat suara mereka antara 23 Maret sampai 7 Mei 2019, atau saat hari-H pemilihan umum berlangsung.

Bucaro juga mengingatkan bahwa menggunakan Voatz berarti pemilih bisa menghindari keharusan mencetak dan memindai dokumen yang mereka perlukan jika mereka mengajukan surat suara yang tidak hadir atau absen, dicatat ataupun tidak, lewat konfirmasi. Pemungutan suara berbasis Blockchain bisa melindungi data pemilih dari serangan siber. Penerapan Blockchain dalam sistem pemilu kami menyediakan penghitungan suara yang aman, dapat diaudit, transparan dan akurat, serta berintegritas. Ke depannya, Amerika harus lebih sering menggunakan teknologi ini,” tegas Bucaro.

Baca juga berita dan informasi terkini lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *